Catatan Lapangan (Field Note)
Tanggal : 28 Oktober 2008
waktu : 16.00-17.00
tempat : Kantor Pusham Ketintang
nama : Agus
umur (tgl/tempat lahir) : 26 tahun
alamat :
pendidikan : S1 ilmu politik Unair
pekerjaan : Pusham
| Catatan | Refleksi |
Penelti bertanya “mas apakah pusham ini tempatnya GMNI, kok kemarin yang datang itu banyak dari GMNI?” agus menjawab “karena kemarin H min satu baru ada konfirmasi jadi undangannya lewat sms karena waktunya nggakbanyak jadi kebetulan banyak anak GMNI yang datang.” Peneliti betanya kembali “mas apa program dari Pusham sendiri?” Agus menjawab “ada dua program besar yang pertama itu reformasi polisi, berusaha mendorong dan bersama-sama polisi untuk mereformasi Polri agar memiliki pendekatan-pendekatan yang lebih humanistic dan lebih memihak HAM. Kemarin Peneliti bertanya “yang kemarin ada budiman sujatmiko itu juga ada caleg perempuannya”. Agus menjawab “engga, itu kegiatan-kegiatan yang incidental, kalau yang saya bilang 2 tadi itu khan kegiatan jangka panjang sampa tahun 2009, tapi di luat itu juga kita rajin megadakan diskusi-diskusi dengan tokoh-okoh politik, budaya, HAM juga. Yang kemarin Budiman S yang hari rabu itu sama Sri Sultan, Garin Nugroho, Franky Sihalatua, Suardi Nakib itu diskusi tidak ada kaitannya dengan perencanaan jangka panjang jadi itu Cuma yang incidental aja. Jadi ya kita ketemuan sapa nanti kita atur kita buatkan diskusi untuk bertukaran pikiran dengan kawan-kawan yang lain. Peneliti bertanya “ ada kaitannya dengan HAM anak?” Agus menjawab “ dulu kita punya program beberapa itu judulnya Perlindungan hak anak melalui jaringan komunitas. Jadi di komunitas-komunitas yang ada polisinya yang ada warganya tadi yang kita katakan yang membahas masakah di sekitar mereka slah satunya ya masalah kekerasan terhadap anak itu kan ada KDRT yang sekaran ada UU-nya tahun 2004 tentang KDRT, baik itu kekerasan terhadap istri, terhadap suami baik itu fisik atau mental, kekerasan terhadap pembantu, anak, lhaitu juga masuk dalam kajiannya teman-teman yang ada di komunitas itu. Memang ternyata banyak juga yang di sekitar mereka anak-anak yang disekap, dipukuli, itu banyak an muncul dan kita tidak mungkin tahu tanpa bantuan dari komunitas, makanya strateginya adalah bagaimana melindungi hak naka itu dengn melibatkan komunitas, bukan kita yang turun sendiri untuk mengadvokasi anak-anak yang dipukuli tadi, disiksa dan macam-macam, tetapi tidak ternasuk anak jalanan hanya terbatas pada lingkup komunitas yaitu kelurahan”. Peneliti bertanya “Apakah pusham juga menerima laporan dari luar mengenai pelanggaran HAM?” Agus menjawab “oh tidak mas kami ini Awal berdirinya Pusham itu dulu ada | Visi dan misi Pusham
Sejarah Pusham |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar